namaku umar. adikku salman. bundaku diana.
umurku 8. hobiku membaca.
----------------------
Di atas itu adalah tulisan Umar yang pertama di blog ini. Bunda ingin tahu dia akan menulis apa di sini. Karena Umar lebih suka menggambar, disuruh menulis jadinya malah bingung. Hehehehe...
Nanti dicoba lagi. :)
Label: belajar, homeschool, Sehari-hari, Umar
1. Khalid Bin Walid / Khalid ibn al- Walid (584 - 642)
Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Khulafa arRasyidin yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai Saifullah al-Maslul (pedang Allah yang terhunus). Dia Adalah salah satu dari panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya.
2. Muhammad Al-Fatih ( Mehmed II )
3. Salahuddin Ayyubi ( Saladin ) Salahuddin Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din (1138 - 4 Mac 1193)
4. Abu Ubaidah bin al-Jarrah.
5.Sa'ad bin Abi Waqqas.
6. Tariq Bin Ziyad.
7. Syurahbil bin Hasanah (583-639)
8. Abdullah bin Aamir.
Abdullah bin Aamir adalah gabenor Busrha (647–656) dan merupakan jeneral tentera yang sangat berjaya pada masa pemerintahan Khalifah Rasyidin Othman bin Affan. Dia terkenal atas kehebatannya dalam pengurusan ketenteraan.
9. Amru Bin Ash.
By : Sukan Star .com
Label: belajar, homeschool, Salman, Umar
Berikut ini artikel dari SINI tentang manfaat anak belajar di dapur. Baca yuk!
----------------
- Asah motorik halusnya dengan mendekorasi makananan. Misalnya, mengoleskan mentega atau selai atau menaburkan cokelat atau keju di atas roti atau kue.
- Lambungkan kreatifitas dan imajinasinya dengan menghias kue atau makanan lainnya.
- Latih logika berpikir anak tentang tahapan suatu proses hasil karya dengan mengajaknya membuat adonan kue hingga kue siap disantap.
- Tambah pengetahuannya tentang makanan sehat dengan memintanya menyebutkan setiap bahan makanan yang digunakan. Hal ini sekaligus akan melatih daya ingatnya.
- Kenalkan tekstur bahan makanan dengan meminta anak mencampur air dengan terigu dan telur hingga menggulung adonan. Jangan lupa ajarkan dia untuk selalu mencuci tangan lebih dulu untuk mengajarkannya tentang kebersihan dan kesehatan dalam memasak.
- Stimulasi indera perasanya dengan mencoba mencicipi bahan makanan baru.
- Ajarkan anak kebersihan dengan mencuci buah dan sayur. Lalu minta dia memisahkan buah dan sayur ke dalam dua wadah yang berbeda. Ini akan melatihnya mengenal buah dan sayur sekaligus belajar mengelompokkan suatu benda.
- Anak sudah bisa menggunakan pisau kecil dengan tingkat ketajaman yang rendah, tentunya tetap dalam pengawasan Anda. Ajari dia memotong atau mengupas bahan makanan yang mudah.
- Asah motorik halusnya dengan memetik sayuran.
- Asah kecerdasan visualnya lewat menghias suatu makanan seperti kue. Ini juga akan membuatnya lebih mengenal warna, arah, ruang dan bentuk.
- Asah ketrampilannya membaca dan berhitung dengan mengajaknya ikut membaca resep sederhana dan menimbang bahan-bahan makanan.
- Kenalkan dia dengan berbagai bentuk lewat mencetak adonan kue.
- Latih indera penciuman dan daya ingat lewat permainan mengenal bumbu-bumbu dapur. Caranya: ambil beberapa bumbu dapur , sebutkan namanya dan minta anak mencium baunya dan mengingat namanya. Setelah itu uji pengetahuan dan daya ingatnya dengan memintanya mengambilkan bumbu yang ingin Anda gunakan dalam memasak.
- Kenalkan berbagai macam cara mengolah bahan makanan. Seperti bagaimana mengukus dan memanggang makanan dengan cara yang aman tentunya.
- Ajarkan kebersihan memasak dengan mengumpulkan dan membuah sisa-sisa bahan makanan yang sudah tidak bisa digunakan.
- Pilihkan menu yang lebih banyak membutuhkan bahan makanan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
- Anak bisa diajarkan untuk mengolah makanan dengan cara menggoreng. Namun tetap di bawah pengawasan Anda.
- Anak sudah bisa mengiris bawang, memarut keju, atau melumatkan kentang. Bisa juga ajarkan dia menggunakan blender.
- Beri dia tantangan membuat hidangan sederhana sendiri dan minta menulis resepnya serta memberi nama hidangan tersebut. Atau ajak dia beli buku resep simple dan ajak dia memprakterkannya. Supaya lebih semangat dalam memasak, Anda bisa mengajaknya belanja peralatan dapurnya sendiri.
- Dorong kreatifitasnya dengan tantangan mengolah sisa bahan makanan yang masih bisa digunakan dan selalu libatkan anak ketika memilih bahan makanan.
- Ajari untuk membereskan peralatan dapur setelah memasak termasuk membuang sampah dan mencuci piring.
- Untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, buatkan playdate di mana anak bisa mengundah teman-temanya untuk mencicipin hidangan buatannya sendiri. Dia pun akan sangat bangga!
Label: homeschool, Salman, Sehari-hari, Umar
Label: Salman, tanda cinta, tumbuh kembang, Umar
If you don't want your children to lie to you don't punish them for telling the truth.
If you don't want your children to steal, don't steal from them..
If you don't want your children to hate show them unconditional love.
If you don't want your children to hurt others don't show them how to do it..
If you want your children to be respectful show them what if feels like to be respected.
If you want your children to be compassionate show them how to be compassionate.
If you want your children to learn self-control take control of yourself.
If you want your children to use their words, show them that you can use yours.
If you want your children to be kind show them what kindness looks like.
If you want your children to be good people be a good person yourself.
If you want your children to learn let them play.
If you want your children to be healthy give them only healthy food.
If you want your children to enjoy their childhood, don't expect them to act like adults.
If you want your children to have self-esteem, don't belittle them
If children have known nothing but kindness love patience, understanding and forgiveness, they will grow to be kind loving patient understanding and forgiving adults
Inshallah
repost from Facebook.
Label: Salman, Sehari-hari, Umar
1.Jika anakmu BERBOHONG,itu karena engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.
2.Jika anakmu TIDAK PERCAYA DIRI,itu karena engkau TIDAK MEMBERI dia SEMANGAT
3.Jika anakmu KURANG BERBICARA,itu karena engkau TIDAK MENGAJAKNYA BERBICARA
4.Jika anakmu MENCURI,itu karena engkau TIDAK MENGAJARINYA MEMBERI.
5.Jika anakmu PENGECUT,itu karena engkau selalu MEMBELANYA.
6.Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN,itu karena engkau BERBICARA TERLALU KERAS KEPADANYA.
7.Jika anakmu MARAH,itu karena engkau KURANG MEMUJINYA.
8.Jika anakmu SUKA BERBICARA PEDAS, itu karena engkau TIDAK BERBAGI DENGANNYA.
9.Jika anakmu MENGASARI ORANG LAIN,itu karena engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAPNYA.
10.Jika anakmu LEMAH,itu karena engkau SUKA MENGANCAMNYA.
11.Jika anakmu CEMBURU,itu karena engkau MENELANTARKANNYA.
12.Jika anakmu MENGANGGUMU,itu karena engkau KURANG MENCIUM& MEMELUKNYA
13.Jika anakmu TIDAK MEMATUHIMU,itu karena engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.
14.Jika anakmu TERTUTUP,itu karena engkau TERLALU SIBUK.
Label: Salman, tanda cinta, Umar
Alhamdulillah, hari ini Umar berusia enam tahun. Makin tinggi, sehat, pintar, cerdas, kuat, dan terampil :)
Semoga Allah selalu melindungi Umar. Berkah usia Umar. Disehatkan dan dikuatkan fisiknya, dicerdaskan pikirannya, dihaluskan budi pekertinya, serta tambah sayang pada adik Salman :)
Tak ada doa lain yang dapat Bunda panjatkan pada Allah selain yang terbaik. :)
Label: tumbuh kembang, Umar
Mujahid bunda tersayang, Abang Umar, usianya menjelang enam tahun dan belum bisa membaca. Bukan tak bisa. Tapi memang belum ada kemauan untuk membaca. Dia lebih suka berhitung dan menulis. Bunda tak bisa memaksa. Jika bunda paksa, tentu tak bagus hasilnya untuk perkembangan emosionalnya.
Umar terlihat selalu stres bila bunda ajak untuk membaca. Dia mulai melakukan negosiasi, "Gimana kalo tambah-tambahan aja, Bun?" atau "Nulis aja deh, Bun. Ya? Tapi lima baris, jangan banyak-banyak." atau "Bunda, aku gak mau baca. Aku maunya main pazel (puzzle)." Kalau sudah begini, kadang susah juga mau jawab apa lagi.
Ditambah, Umar sudah 'keracunan' film kartun di televisi. Ada saja rayuan mautnya. "Bun, Shaun The Sheep nih!" atau "Bun, udah jam lima nih. Kartun dong!" atau "Bunda sayang, bunda cantik, nonton dong. Nyalain ya tivinya?" Padahal jatah nonton hanya tiga jam setiap hari, itu pun sudah maksimal. Tetapi ada saja rayuannya. "Tunggu, Bun! Tuh ada lagi kartunnya." =.='
Dan Umar semakin sensitif. Juga pemberontak. Bunda memahaminya. Bunda mengerti kenapa Umar menjadi seperti itu. Saat ini, Bunda tak bisa berbuat banyak kecuali memeluknya dan meminta maaf karena membuat hatinya terluka.
Sebenarnya bunda tak ingin memaksa Umar belajar membaca hanya karena melihat teman sebayanya sudah bisa. Bunda tahu bahwa hal itu malah bisa membuat Umar semakin minder dan tertekan. Jadi Bunda sedang berusaha untuk belajar memahami Umar yang mulai memiliki pendapatnya sendiri. Umar sudah besar :)
Salman apa kabar? Wow, dia juga sudah pandai protes bila keinginannya tidak langsung dipenuhi. Salman lebih mandiri. Makan maunya sendiri. 'Membaca' buku favoritnya pun sendiri. Main juga gak mau ditemenin. Ah, memang berbeda karakter ya?
Salman sangat sensitif. Dan dia bisa langsung memukul orang yang dianggapnya telah 'menyakitinya'. Padahal tak ada yang mengajarkannya seperti itu. Duh, Bunda sepertinya lengah nih! >_<
Mereka berdua jika sudah berantem, ya benar-benar menggunakan seluruh tenaga. Bunda sampai pusing melihat mereka kalau sudah saling sikut, tonjok, pukul, tendang. Masin-masing ingin menunjukkan kekuatannya. Waow, Bunda yang panik. "Umar, badan dek Salman lebih kecil dari kamu!" atau "Salman, jauh-jauh dari Abang, hati-hati!" Dan berakhir jika salah satu sudah ada yang menangis....
Oow.... dua permata hati Bunda benar-benar sudah besar....
Label: Salman, Sehari-hari, Umar
