Akhirnya, bujuk rayu bin gombal binti norak bunda berhasilll... Hehehehe...
Selama ini, Umar tuh kalo diminta pup *sorry* di kamar mandi pasti ogah. Umar lebih "nyaman" mojok dan konsen tanpa gangguan. Kan sebel... Sampe gregetan kalo udah bujuk2 Umar agar mau pup *ups* di kamar mandi. Kalo pepsi (BAK) sih udah oke. Meski kadang masih suka bablas juga... Pupnya ini lho...
Hari Sabtu tanggal 26 April bunda bujuk2 Umar agar mau pup... Gak bisa juga... Akhirnya karena bunda kudu ke warnet menyelesaikan tugas dari FLP, ya udah bunda tinggal dulu. Ternyata bapaknya dikerjain! "Pak, Mbang mau e'ek. Pup di sono!" (Ini cerita bapaknya) Ternyata gak juga tuh! Umar cuman mau ngeliat air mengalir dari kran doang... Halah!
Hari Ahad 27 April (milad Depok nih!) setelah membujuk2 Umar, menyemangati Umar... Watu bunda lihat raut wajah Uamr seperti mau menyelesaikan hajat besarnya ituh, buru2 bunda ajak ke kamar mandi... 1....2....3.....
Umar langsung bilang, "Bun, mana e'eknya?Kok ilang?" Bunda mah asli ngakak! Kemudian bunda tepuk tangan karena akhirnya Umar bisa juga pup *sowwwwyyy* di kamar mandi...
----ini postingan penting gak sih???----
Sekarang Umar maunya apa2 serba sendiri. Mau belajar mandiri. Mandi sendiri, pakai celana sendiri, makan sendiri, main sendiri, baca buku sendiri... Bundanya gak lakuuuu....
Kecuali sekali waktu: mau tidur! Ha!
Good boy!
Label: Sehari-hari, tumbuh kembang
Umar mulai menunjukkan kemandiriannya. Setiap waktu makan tiba, ia menggelar koran bekas untuk alasnya makan dan segera berteriak (seperti pengujung restoran..xixixix) "Bundaaaa, mau makan!"
Begitu makanan tersedia di hadapannya, dia bilang, "Ma acih, bunda. Amin!" Hehehehe... Maksud dia mau baca doa sebelum makan, tapi cuman aminnya doang yang keucap. Bunyi doanya? Umar nyuruh bunda yang doa. Yeeee....
Dari pegang sendok terbalik, makanan jatuh terus, hingga berceceran di mana2... Kini perlahan Umar mulai bisa mengendalikan sendoknya. Mulai banyak yang masuk ke mulutnya dengan sukses. Dan dia bilang, "Pintey kan bun?" Oke deh, pinteyyyy....
Kalau mulai kenyang, aksi joroknya dimulai juga. Nasi diremes2, lauk dibuangin, dan pukul2 sendok ke piring. Oke, waktunya bunda bertindak, "Mari kita cuci tangan, Nak! Acara makan selesai. Minum putih ya?" "Oke, bunda!"
Selesai makan, Umar kembali main bembem atau temani bunda bebenah... ATau rewel minta tidur! Wadawwww...
Makan pakai apa, Nak? "Cayuy!" Oke, anak pintar doyan makan sayur yaaaa....
Label: Sehari-hari
Beberapa teman bunda dan juga tetangga mulai bertanya (dan semuanya seragam alias kompakan), "Umar udah mulai sekolah blum?" atau "Umar pra-tk di mana?"
Bunda jawab dengan santai, "Umar gak bakalan pra-tk, tk, esde, es em pe, atau es em u." HEEEEEHHHH????
Mungkin banyak orang yang belum tau kalo Umar adalah homeschooler. Alias belajarnya gak di gedung sekolah. Eits, jangan salah. Meski judulnya homeschooling, bukan berarti Umar sekolahnya di rumah ajah. Di KRL, di Margo, di Gramedia, di terminal bus, di rumah nenek, bahkan di danau UI bisa jadi tempat belajar Umar.
Gurunya? Tukang somay, supir angkot, kakak Fani dan kakak Mey (tetangga yang sayang banget sama Umar), tukang cukur langganan bapak, om Ajat (tukang stempel), dan siapapun.
Waktunya? Anytime! Jadi Umar gak perlu takut kesiangan. Juga gak takut kemalaman. Hehehehe... Sampai saat ini sih Umar masih belajar untuk menyesuaikan dirinya, apa yang dia mau pelajari. Ke depannya, akan lebih terarah, insya Allah. Ada semacam porto folionya. Biar bisa ikutan ujian persamaan (syukur2 bisa ikutan ujian Cambridge seperti Kak Da Hye.)
Kalau bunda dan bapak ada rejeki, maunya sih ikutan semisal KerLip atau Berkemas, biar Umar lebih bebas lagi. Sekarang ini, modelnya Kak Yudhis dan Kak Thifa yang bunda pilih. Personal ajah. Belum nemu waktu yang cocok. ^_^
Do'akan semua berjalan lancar yaaaa...
Label: homeschool, tumbuh kembang
Eits, Oat itu bukan yang berarti gandum, tetapi Shalat. Itu maksudnya Umar ^_^
Setiap adzan berkumandang, Umar pasti deh, "sssttt... adan tuh! oat, yuk bunda? Ayo wudu!" sambil seret2 baju bunda. Setelah itu, dia langsung mengambil sarung bapak dan minta dipakaikan. Dia gak mau pakai yang lain, mesti sarung bapak meski kegedean. Heheheheh...
Berdiri sambil takbiratul ihram udah oke, kemudia ruku' sambil lirik2 bunda, setelah itu sujud dengan pose tiarap! *ngakak* haduh, Umar... Selesai shalat, ikutan baca do'a untuk orang tua dan dengan lantang menjawab, "Amin!" dan salam dengan takzim. Subhanallah! ;-)
Senang rasanya kalau Umar semangat untuk belajar shalat. Kalau bapak mau shalat di masjid, Umar langsung nangis minta ikut. Bukannya gak mau ngasih ya, Nak... Tapi tunggu kamu sekitar 3 tahun deh! Soalnya kamu masih demen ngacir2, yang ada ntar bapak bukan khusyuk shalat, tapi khusyuk ngawasin kamu takut ilang atau ketabrak mobil lewat! Na'udzubillah! Jangan sampe ya, Nak?
Sampaikan salam bunda pada malaikat penjagamu, agar senantiasa berkah hidupmu, Mujahid!
Label: Sehari-hari, tumbuh kembang

Pintu pagar dibuka dengan tergesa, seorang cowok tinggi berkulit gelap masuk dengan senyum nakalnya. "Oy, Umar!" sapanya ringan setelah mengucapkan salam. Umar langsung bangun dari tempat tidur dan berlari mendekati cowok itu. "Om Adie," panggilnya manja. Si Om Adie terkekeh dan memeluk Umar erat.
Om Adie, adik bunda semata wayang, disambut gembira oleh ponakannya yang petakilan. Hari Ahad, om Adie datang untuk ikutan pemilu. Coblos siapa hayo? Tebak ajah, seorang ikhwan macemnya om Adie bakalan milih nomer berapa? Kalo bunda sih.. Hehehehehe... milih bapaknya Umar ajah *kabur*
Seharian om Adie digerecokin Umar. Si Om sampe kewalahan. Digelendotin, diinterupsi, dibawelin, sampe disuruh2... Walaaaahhhh.... Begitu tuh tingkah Umar kalo si Om udah dateng. Kangennya luar biasa.
si Om, yang hobi banget majang karakter Snoopy, pergi ke Indo**** membelikan Umar susu UHT FF rasa stroberi yang langsung dihabiskan dalam waktu kurang dari 5 menit. Haus, Mar? Sebelumnya ditanyain, "Om Adie mau ke mana?" Si Om malah cengar cengir.
Malam hari, seharusnya Umar sudah tidur. Tapi demi melihat om Adie yangmasih melek, Umar rela ikutan melek meski matanya udah merah kek drakula! Lama2 sih gak tahan juga, leyep2 dan.....telerrrrr...
Hari ini, si om belum balik ke kostan, jadi Umar bisa puas main lagi sama om...
Hm, senangnya bila melihat 2 orang tercinta bunda bermain... (3 ding, ama bapaknya Umar..)
Label: Sehari-hari
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda