Credits to

Powered  by Blogger

Eh, Rabu siang, Tante Rhie ke kantor bunda lho... Tau2 dateng bawain Cupcake-nya tante 'Encheff' Widya seperti penampakan di bawah ini!!!

Enak banget lho!!! Umar makan 3 yang warna, bapak makan 3 yang coklat... Bunda gak dibagi! Hehehe...

Kemudian, mulai sekarang, gak ada yang bisa bohong sama bunda! Semuanya akan Umar ceritakan sama bunda! Gak boleh ngajarin Umar bohong!

Umar sudah pintar curhat dan 'ngadu' sama bunda, jadi gak bisa lagi ya bohong2 sama bundaku!

Pengalaman: bapak nitipin aku sama tante sebelah rumah. Pulang2 ternyata bunda udah pulang juga dari kantor. Bunda tanya, "Umar udah makan?" sambil lihat perut Umar yang masih kempes.

"Udah," jawab Umar polos.

"Sama apa?"

"Uit. Ama ayam." (terjemahan: biskuit dan ayam)

"Pake nasi gak, sayang?"

"Gak."

................ Bunda pusing! Umar lihat bunda terdiam dan menghela nafas. Bunda berpikir, "Katanya tuh orang udah dikasih makan?"

Dan terbukti lagi, Umar makan nasi sama bunda dengan lahapnya!!!

Jadi, gak bisa bohong dan gak boleh ngajarin Umar bohong yaaa???? Umar kan suka curhat kejadian seharian ditinggal bunda kalo menjelang bobo... Jadi bukan bunda yang dongeng, tapi Umar yang cerita sampe kita berdua ketiduran....

Maenan Dari Tante Novee


Alhamdulillah, Tante Novee cinta san sayang sama Umar... Makasih ya tante...Muach!!!Muach... Umar dapet maenan lucu dan bener deh tante, itu mah maenan yang biasa Umar acak2 di rumah... Hehehehe...

Tanda cinta dari tante akan aku teruskan pada:
1.Dede Ki'
2.Za'
3.Abale
4.Azra Cantik
5.Kak Ashira, Kak Asyah, Kak Bima
6.Kak Thifa
7.Kak Yudhis dan Kak Tata
8.Azka Rais
9.Cumiladut
10.Fia Manis

Horeee... Gimana? Seru kan kita punya mainan yang sama? Siapa ya yang belum kebagian? Aduh, Umar gak hafal semua nih.... Ntar aku bilang bundaku dulu, siapa yang kelewat absennya? Mungkin teman2 bisa lempar tag ini pada teman kita yang belum kebagian???

Sun sayang selalu!!!

SURAT YANG INDAH

Mama Tersayang,
Saat ini aku ada di surga, duduk di pangkuan Tuhan.
Tuhan sangatlah mengasihiku dan Ia turut menangis bersamaku.
Ia menangisi hatiku yang telah dihancurkan.
Sebelumnya aku amat diinginkan untuk menjadi seorang gadis kecil.
Aku tak begitu mengerti tentang apa yang telah terjadi.
Aku dulu begitu senang saat aku mulai menyadari keberadaanku.
Aku ada di dalam tempat yang gelap namun nyaman.
Kupandangi jari tangan dan kakiku.
Alangkah cantik diriku dalam masa perkembanganku,
walaupun belum dekat masanya sampai tibanya saat aku telah siap
meninggalkan lingkunganku itu.

Aku habiskan sebagian besar waktuku dengan tidur atau pun berfikir.
Bahkan pada hari-hari terawal hidupku, aku merasakan hubungan istimewa
antara aku dan Mama.
Kadang aku mendengar Mama menangis.
Kadang-kadang Mama berteriak atau menjerit, lalu menangis.
Kudengar Papa balik berteriak, aku merasa sedih dan berharap bahwa
Mama akan segera pulih.
Aku berfikir, kenapa kiranya Mama sering menangis.
Pernah hampir seharian Mama menangis.
Aku turut sedih.
Tak dapat kubayangkan kenapa Mama sesedih itu.
Pada hari yang sama, sesuatu yang mengerikan terjadi.
Monster
yang amat mengerikan memasuki tempat yang hangat dan
menyenangkan tempat aku berada.
Aku amat takut dan mulai berteriak, namun tak sekalipun
engkau mencoba menolongku.
Mungkin engkau tak pernah mendengarku.
Monster itu dekat dan lebih dekat lagi, sedang aku
berteriak dan berteriak lagi, "Mama, Mama ... tolonglah aku;
Mama, tolong aku".
Lengkaplah teror yang kualami.
Aku berteriak dan berteriak hingga kupikir aku tak mampu lagi melakukannya.
Lalu monster itu mengoyakkan lenganku.
Amat sakit rasanya, nyerinya tak dapat kuterangkan.
Teror itu tak berhenti.
Oh,betapa aku memohon kepadanya untuk berhenti.
Aku berteriak ngeri saat monster itu mengoyak lepas tungkaiku.
Walaupun aku telah mengalami teror seperti itu, aku
masih sekarat.
Kutahu aku takkan pernah memandang wajah Mama, atau mendengar
Mama berkata kepadaku betapa Mama menyayangiku.
Aku ingin melenyapkan semua air mata Mama.
Kubuat banyak rencana untuk membuat Mama bahagia.
Aku tak bisa; seluruh mimpiku telah buyar.
Walau aku berada dalam nyeri dan kengerian yang hebat, di atas semuanya
aku merasakan nyerinya hatiku yang hancur.
Aku tak mengharapkan sesuatu selain menjadi anak Mama.
Tak ada gunanya lagi kini, aku telah mengalami kematian yang menyakitkan.
Aku hanya dapat membayangkan hal-hal buruk yang telah mereka buat
terhadap diri Mama.
Aku ingin memberitahu Mama sebelum aku pergi bahwa
aku mencintai Mama, namun aku tak tahu kata-kata apa yang Mama dapat mengerti.
Dan segera sesudahnya, aku tak lagi memiliki nafas untuk mengucapkannya;
aku mati.
Aku merasakan kebangkitan diriku.
Aku dihantar oleh malaikat memasuki tempat besar yang indah.
Aku masih menangis, namun sakit fisik kini telah lenyap.
Malaikat itu membawaku kepada Tuhan, lalu meletakkanku di pangkuanNya.
Ia berkata bahwa Ia mencintaiku, dan bahwa Ia adalah Tuhan.
Maka aku gembira.
Aku menanyakan apakah kiranya yang telah membunuhku.
Ia menjawab, "Aborsi. Aku menyesal, anakKu;
sebabAku tahu bagaimana rasanya."
Aku tak tahu apa itu aborsi; kupikir itu adalah nama dari monster tadi.

Aku menulis untuk mengatakan aku mencintai Mama dan untuk
memberitahu Mama betapa inginnya aku menjadi gadis kecil Mama.
Aku telah berjuang keras untuk hidup.
Aku ingin hidup. Aku punya kemauan itu,
tapi aku tak sanggup; monster itu terlampau kuat.
Monster
itu telah menyedot lepas lengan dan tungkaiku, kemudian seluruh diriku.
Tak mungkin untuk hidup.
Aku ingin Mama tahu bahwa aku telah berjuang
untuk tetap tinggal bersama Mama.
Aku tak ingin mati.
Mama, tolong awasi pula si monster aborsi.
Mama, aku sayang Mama.
Dan aku juga tak suka Mama mengalami nyeri seperti yang telah kualami.
Tolong hati-hati.

Dengan Cinta,
Bayi Perempuanmu
====
dari tempat tante Deazy neh!
===
Catatan bunda:
Umar calon mujahid bunda tersayang, sebelum engkau lahir, bunda pernah mengalami aborsi, Nak. Sungguh, bukan kemauan bunda untuk 'menghilangkan' nyawa calon kakakmu itu. Bunda mengalami "abortus incomplete". Demi bunda, agar bunda dapat hamil kembali. Terbukti kan, engkau tumbuh sehat?

Meski memang, ketika hamil engkau, pada bulan ke-5, bunda sempat mengalami kecelakaan. Engkau nyaris terlahir prematur, atau bahkan harus diaborsi. Bunda sungguh menjerit tidak rela dan sempat menyalahkan Allah untuk hal ini. Tetapi bapak segera membawa bunda utnuk mendapat pertolongan pertama. Alhamdulillah, bunda dan engkau tertolong. Padahal, kakimu sudah ada di jalan lahir, lho... Bunda juga diberi obat penguat agar engkau bisa bertahan hingga waktunya tiba untuk lahir...

Umar, bunda mencintaimu... Dan juga calon kakakmu yang hanya bisa bunda lihat wujudnya ketika berusia 8 minggu. Kecil sekali... Tetapi ternyata Allah memang lebih sayang padanya, sehingga kita tak pernah bisa bertemu dengannnya.

Umar, bunda terlalu sayang padamu, Nak.. Bunda akan sekuat tenaga semampu bunda untuk menjagamu dan mendidikmu menjadi calon pasukan Imam Mahdi. Insya Allah!

Jungle Jump

Horeeeee... Malam Minggu tanggal 23 Februari 2008, aku main ke Jungle Jump, di lantai 2 Margo City Depok. Seru! Tapi gak ada mobil2an kecuali yang bentuk singa, itupun kecil buat ukuranku! Trus ada mobil2an truk pengangkut pasir.... Membosankan! Selebihnya? Yang keasyikan main malah bunda... Aneh deh bunda!

Bunda gak mau rugi, soalnya bermain sejam di Jungle Jump itu 20 ribu kalo Senin-Jumat, sementara per 2jam 35 ribu. Kalau Sabtu-Ahad 25 ribu, per 2jam 45ribu. Tambahan 1/2 jam 10ribu hari biasa, 15 ribu wiken. Mahal tapi puas!

Begitu sudah mulai asyik bermain, eh, waktuku sudah habis. Aku menjerit kesal. "Bawa bembemnya, bundaaa... Bawaaaa..." Bunda yang bingung!

Akhirnya bunda ajak aku liat2 ikan di aquarium di Electronic City. Duh, bunda! Haus neh... TRus bunda beliin aku susu Ultra coklat kesukaanku. Enak!

Capek, bobo ah di troli...
Ma kasih ya bundaaaaa... Wiken yang menyenangkan!

Tukang Roti Baru

Hehehehe... Umar sekarang punya hobi baru neh! Belajar jadi tukang roti! Senang sekali.

Karena sering melihat bagaimana bapak dan bunda jika sedang berjualan, Umar jadi ikutan deh praktek di rumah. Sambil bawa-bawa keranjang kecil, Umar jalan2,"Oti... Oti... Ayo, bunda... Oti.. Nak nih... Ada ukat, ada eju, ada muka, ada kacang... Nak, bunda! Panas nih!" (terjemahan:"roti..roti... ayo, bunda.... roti... enak nih... ada coklat, ada keju, ada mocca, ada kacang... enak, bunda... panas nih!")

Duh, kok anak bunda semakin pintar ya? Udah gitu, maksa2 bunda buat "kunyah" rotinya di depan dia langsung... Aih... Begitu ditanya harganya berapa, Umar jawab,"iga ibu!" alias "tiga ribu". Wah, pintar!

Kadang, Uamr juga "jualan" donat... Heheeee..

Ayo, siapa mau beliiiiiii....

Gaji Papa Berapa?

Ini sih terusan imel dah lama ke inbox bunda. Gak ada salahnya ditulis ulang di sini,
sebagai bahan renungan bunda yang udah ninggalin Umar 5 hari dalam seminggu.
===

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka
di Jakarta,tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,Sarah,
putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia
akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang
keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa
sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur,kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa
dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.
"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam
Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang
malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar
tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak
pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan
Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah
menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh
menit aja.Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau
ganti waktu Papa.Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa
bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti
Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam
dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat
dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia
berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.


====
seandainya Umar sudah bisa berhitung...
Illahi Rabb... Sanggupkah aku mengganti seluruh waktu Umar yang hilang???

Alhamdulillah, jadi juga pake loet dari Bundanya kak Iwul..Eh, kak Zebby. Penampakannya mulai hari ini neh! Keren! Sun sayang Umar dari Depok buat tante Gege dan kak Zebby. Muach!

=====

Tanggal 16 dan 17 Februari 2008 aku main sama bunda. Kan bunda libur. Meksi tanggal 18nya sempet ditinggal bunda buat ikut pelatihan di Depok 2, gak papa. Pulangnya kan bisa aku kerjain bunda. Hehehehehe...

Sekarang, Umar paling suka deh ngamen. Tau gak? Iya, Umar suka bergaya a la pengamen. Nyanyi2 pake benda apa ajah yang bisa dijadiin gitar, trus nyamperin bunda atau bapak, sodorin tangan, dan bilang, "Ma acih!" Hehehehe... Yang penting hepi!

Aku juga mulai suka main flash card, meski sederhana, tapi aku suka! Jadi tau deh nama binatang dan penampakannya, angka, bentuk2, dan benda2 lainnya. Terima kasih bunda!

Belajar dan Bermain

Buat aku, yang penting hepi. Main apa saja dibolehin sama bunda. Cuman bapak tuh agak bawel, apa2 gak boleh. Rumah mesti dalam keadaan rapi... Yeee... Aku kan mau main, paaaakkk!!

Kosa kataku makin banyak sampa2 bunda gak bisa ngitung lagi. Udah bisa dong aku jawab pertanyaan2 sederhana bunda. Aku juga makin hafal nama2 hewan, dan aku juga makin suka nyanyi (meski kata bunda nyanyianku aneh..hehehehe)

Aku udah bisa bantu bunda ngerendem baju kotor bunda kalo bunda baru pulang kerja. Aku juga belajar pijitin kaki bunda. Aku gak tumpah2in susu lagi. Tapi.... Aku masih belum bisa mengontrol pipis dan pup aku... Maaf ya bundaaaaa...

Aku bisa bedain mana truk dan mana mobil pemadam kebakaran (kata bapak namanya blambir (apa blangbir, ya?), jadi aku ngucapinnya 'blambiw')

Kalo Bangbang dan Bona (teman2 bonekaku) bobo, aku gak mau ganggu. Karena aku juga gak mau diganggu kalo aku bobo.

Aku sering dengar bunda dan bapak ngomongin homeshcooling. Apaaan sih, bun? Bunda selalu ngotot sama bapak untuk tidak menyekolahkan aku di sekolah umum. Tauk ah bingung.

Main lagi aah...

Senangnya Akhir Pekan

Bunda ada di rumah selama 4 hari penuh, lho! Tanggal 7-10 Februari kemarin aku puas main sama bunda. Aku kerjain bunda sampe bunda kesal. Hehehehehehe...

Terima kasih bunda udah mau main sama Umar...

Lagu Untuk Bunda

Siapakah Dia

Sejuk gemericik air di padang gersang
Basah terasa aliri pipa yang kering
Hangat sentuhannya damai terasa
Nyertai langkah kita di spanjang hayatnya

Kasih sayangnya sehangat mentari pagi
Belaian tangannya selembut kain sutera
Senyum manisnya hiburkan hati nan luka
Pandang matanya tajamkan hati nan suci

Wahai kawan siapakah dia?

Dia adalah wanita paling berjasa
Sejak kita lahir kedunia dan melanglang alam fana
Tiada tandingan budinya dalam hidup kita
Yang melahirkan kita
Menyusui dan membesarkan kita
Pertaruhkan jiwa raga membela kita semua

Dialah ibunda yang selalu mendoakan kita
Dalam keadaan lapang suka ataupun duka

Tutur katanya adalah harap doa
Nasehat yang berguna sepanjang masa
Keredhoannya adalah ridho Illahi
Kemurkaannya adalah murka Illahi

Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya
ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah menyapihnya dalam dua tahun.
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
QS Lukman ayat 14

Marilah kita bersama mengasihinya
Selagi Alloh izinkan bersama kita
Bila Alloh telah memanggil ibunda
Sertakan doa selalu bagi dirinya

Semoga Alloh lapangkan alam kuburnya
Dan menyinari selalu dengan cahyanya
Memberkahi ibunda dengan karya nya
Dan melapangkan jalannya menuju syurga


===

By:
Suara Persaudaraan

Puisi Untuk Bunda

Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa

Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap

Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku


Usiaku kini telah berubah

Aku bukan lagi gadis kecil

Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini

Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini

menjadi lokomotif kemajuan

Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan

dengan nasihatmu kala malam telah larut

dan gerbang mimpi siap menghampiriku


Kala yang lain terlelap

Kutahu kau tak pernah terlena

Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku

Kau selalu berpacu dengan waktu

Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi

aku terlindas oleh jaman yang semakin keras



Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku

Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air

Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan

Kaulah bintang berkilauku

Yang tak akan pernah terlupakan

oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia


Andai aku bisa, bunda

Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu

Andai aku mampu, bunda

Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,

sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,

dan sebijak nasihatmu


Kutahu, bunda

Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku

dalam setiap do'a yang kau panjatkan

Kutahu bunda

Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta

yang keluar dari lisanmu

Kutahu bunda

Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku



Ya Allah

Kutengadahkan tanganku berharap

kau membahagiakannya sepertiku kini

Ya Rabbi

Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah

Ya Rabbul Izzati

Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat

Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari

Ya Illahi

Sejahterakanlah bunda

Bunda, pelangi dan matahariku

Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu



Sumber: Bidang Kewanitaan DPP PKS

=====

Aku bukan gadis kecil, maka aku bilang bahwa aku calon mujahid!

Kopdar: Ketemu Ryuta

Nah kan, Umar kopdaran lagi? Kali ini di KFC PIM1 tanggal 3 Februari 2008. Serunya, Umar bisa ketemu sama kak Balqiz, kak Alifah, kak Raul, kak Ryuta, kak Rafi, dan para tante... Tapi Umar sebel sama bunda! Kenapa sih Umar gak boleh main di playground depan KFC??? Kan permainannya keren2, bun!!! Umar nangis dan berontak ajah ah!

Akhirnya, Umar diijinkan bunda main sebentar. Nih fotonya hasil jepretan bunda Alifah
Seru deh bisa main! Apalagi aku bisa ngerjain tante Dessy sampe dia kelelahan. Hehehehehe... Bunda juga sampe kesel tuh ngadepin aku. Aku berontak karena gak boleh main jauh2. Sebel ah!
Tuh lihat, fot di atas bisa memperlihatkan kerusuhan antara bundaku dan tante Dessy. Lihat ajah mama Rafi dan bunda Aurell sibuk rumpi, bunda sibuk menenangkan aku. Seru kan? Cerita lainnya silakan lihat di blog bunda Alifah dan bundaku ajah yaaaa...

Ohya, kelupaan bilang 'makasih buat kak Ryuta dan kak Alifah&kak Balqiz atas kadonya. ih Umar malu, bukannya kasih kado buat kak Ryu malah dikadoin...

PS: bundaku sayang, maafkan aku yaaa...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda